PADANG // Semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan generasi muda mewarnai kegiatan olahraga pagi dan Car Free Day di Kota Padang, Minggu pagi. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Kapolda Sumatera Barat, Gatot Tri Suryanta mengajak seluruh elemen masyarakat, tokoh adat, Bundo Kanduang, pemuda, serta para pemangku kepentingan untuk bersatu memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba dan berbagai persoalan sosial yang dinilai dapat memengaruhi perkembangan generasi muda.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Wali Kota Padang, Fadly Amran, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau, Fauzi Bahar, serta sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat dari Padang.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumbar menegaskan bahwa upaya menjaga generasi muda dari ancaman narkoba dan LGBT berbagai perilaku yang dianggap bertentangan dengan nilai-nilai sosial dan budaya memerlukan keterlibatan seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, peran keluarga, tokoh adat, Bundo Kanduang, ulama, dan pemerintah daerah menjadi kekuatan utama dalam membangun lingkungan yang sehat, aman, dan kondusif bagi tumbuh kembang anak-anak dan generasi penerus bangsa.
“Kita semua memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga anak-anak dan generasi muda agar terhindar dari bahaya narkoba dan berbagai pengaruh negatif. Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, tokoh adat, dan masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan Sumatera Barat yang aman dan bermartabat,” ungkap Kapolda di hadapan ribuan peserta Car Free Day.
Salah satu momen yang paling menyita perhatian masyarakat adalah pembentangan sehelai kain putih sepanjang 1,5 meter yang dijadikan simbol komitmen bersama. Kain putih tersebut menjadi media bagi para peserta untuk menuliskan berbagai pesan moral, ajakan hidup sehat, semangat menjauhi narkoba,LGBT serta harapan agar generasi muda Kota Padang tumbuh menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan menjunjung tinggi nilai-nilai adat serta budaya Minangkabau.
Tulisan-tulisan yang tertera pada kain putih itu menjadi inspirasi tersendiri bagi ribuan masyarakat yang hadir. Berbagai kalimat seperti “Generasi Minang Bersih dari Narkoba”, “Selamatkan Anak Kemenakan dari Bahaya Narkoba”, dan “Bersama Menjaga Moral dan Masa Depan Generasi Muda” menggambarkan semangat kolektif masyarakat untuk menjaga masa depan daerah.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, mengapresiasi inisiatif yang melibatkan seluruh unsur masyarakat tersebut. Menurutnya, gerakan moral yang dibangun melalui pendekatan budaya dan kebersamaan merupakan langkah positif dalam memperkuat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga generasi muda dari berbagai ancaman sosial.
Sementara itu, Ketua LKAAM Sumatera Barat, Fauzi Bahar, menegaskan bahwa adat Minangkabau memiliki falsafah kuat dalam membentuk karakter generasi penerus. Melalui semangat Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah, masyarakat diajak untuk terus memperkuat pendidikan keluarga, nilai-nilai agama, dan kepedulian sosial sebagai benteng utama dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Kegiatan Car Free Day yang dipenuhi semangat kebersamaan ini pun menjadi momentum bersejarah bagi Kota Padang. Tidak hanya sebagai ajang olahraga dan silaturahmi, tetapi juga sebagai wadah membangun kesadaran kolektif bahwa menjaga generasi muda dari bahaya narkoba dan berbagai persoalan sosial merupakan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Sumatera Barat yang aman, sehat, dan berdaya saing di masa depan.
Elinengsih/cybernewsnusantara.com

0 Komentar